DepokTerkini

Tue09022014

Last update12:55:21 PM

Back You are here: Home Kecamatan Berita Kecamatan Beji Kamar 605 Apartemen Margoda Residence Milik Ahmad Fatonah Digeledah KPK

Kamar 605 Apartemen Margoda Residence Milik Ahmad Fatonah Digeledah KPK

DepokTerkini

Beji | Depok Terkini
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertindak cepat dengan menggeledah kamar 605 Apartemen Margonda Residence milik Ahmad Fatonah staf khusus tersangka kasus dugaan suap daging sapi impor Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lutfhi Hasan Ishaq. "Kami melakukan penggeledahan untuk mencari barang bukti pendukung," terang penyidik KPK, Deni, Kamis (31/1).

Menurut dia, penggeledahan dilakukan untuk menyita berkas-berkas yang berkaitan dengan impor daging sapi. Penggeledahan pun, ungkap Deni, disaksikan adik Ahmad Fatonah dan istri Ahmad Fatonah  yang sedang hamil delapan bulan. "Baru berkas-berkas saja yang kami periksa," katanya.

Anggota KPK lainnya mengatakan, penggeledahan hari ini hanya merupakan salah satu dari tujuh titik rangkaian penggeledahan hari ini. "Ini hanya sebagian titik aja. Satu dari tujuh titik. Tim terbagi 7 titik, ada yang ke Simatupang, Indoguna, dan apartemen, umurnya AF sekitar 50an. Bukan kader PKS," tegasnya.

KPK hingga kini memeriksa kamar Ahmad Fatonah dengan meminta keterangan istri dan adiknya. KPK juga memeriksa keyboard, laptop, dan berkas-berkas dokumen.

Jumlah penyidik KPK yang datang ke kamar 605 ada empat orang. Mereka datang menggunakan Toyota Kijang Innova B 1886 UFR. Pemeriksaan sendiri dilakukan sejak siang pukul 11.00 WIB hingga sore hari pukul 15.30 WIB.

Secara terpisah, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat, yang juga Wakil Ketua DPRD Depok, Prihandoko menampik kalau Ahmad Fatonah disebut sebagai kader PKS. "Tidak ada sosok Ahmad Fathanah sebagai kader PKS. Bahkan ajudan Lutfi Hasan Ishaq sendiri juga tidak mengenalnya," tegas Pri.

Pri mengatakan, selama ia menjabat sebagai Ketua DPC PK, DPD PKS, dan MPD PKS tidak ada nama Ahmad Fatonah tercantum dalam daftar kader PKS. "Saya sudah menelepon langsung ajudan pribadi Lutfi, dia tidak mengenal nama Ahmad Fatonah," tegasnya.

Pri mengakui kalau nama Ahmad Ahmad Fatoni ada dua. Satu di Kota Depok dan satunya lagi di Purwakarta. Dan mereka berdua tercatat sebagai kader PKS. "Lagian saat penangkapan Pak Lutfi juga tak berada disitu, tidak tertangkap tangan, ini pembunuhan karakter," tegasnya.

Ia menduga telah terjadi pembunuhan karakter terhadap PKS. Karena itu, Dia meminta KPK bersikap adil dan profesional. Pihaknya menjunjung tinggi proses hukum yang dilakukan KPK. "Sampai saat ini kami masih menunggu arahan dari Majelis Syuro," kata dia.

Berbeda dengan Ketua MPP Jawa Barat, Ketua DPD PKS Depok Suparyono mengatakan, masih menunggu arahan DPP PKS. Namun menurutnya, PKS Depok tidak terpengaruh terhadap kasus tersebut. "Kami tetap biasa - biasa saja, tidak terpengaruh," kata dia.

Humas DPD PKS Depok, El Shanti Yuliana menuturkan kalau pihaknya mencoba tenang menghadapi masalah yang menerpa partai berlambang bulan sabit dan padi itu. "Kami tetap tenang, tetap menjalankan agenda-agenda seperti biasa. Banyak berdoa dan menjaga kesolidan," kata dia.

Perlu diketahui, Lutfi Hasan Ishaq sebelum menjabat sebagai Presiden PKS juga pernah menjadi Bendahara Umum Partai Keadilan (PK) di masa kepemimpinan Nur Mahmudi Ismail. Keduanya juga pernah membuat perusahaan yang berkaitan dengan pertanian.

Nur Mahmudi yang kini menjabat sebagai Wali Kota Depok belum bisa dimintai keterangan terkait kasus tersebut, sebab ia sedang melaksanakan kunjungan kerja ke Sangihe, Sulawesi Utara.

DepokTerkini
Kejaksaan Kota Depok
PT. Dasira Era Utama

Beji - Cimanggis - Cipayung

Limo - Bojongsari - Cilodong

Cinere - Sawangan - Tapos

Pancoranmas - Sukmajaya

 

Komunitas Depok

DepokTerkiniDepokTerkini.co Untuk Komunitas Depok

Menyajikan informasi terkini wilayah Depok sehingga dapat berguna bagi warga dan ikut andil dalam perkembangan kota Depok tercinta.

Kabari kami di depokterkini [at] gmail dot com, mention kami di @DepokTerkini, atau berikan komentar di page Facebook.